Hari Raya Imlek merupakan momen penuh kebahagiaan yang dirayakan setiap tahun oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Pada tahun 2025, Imlek jatuh pada tanggal 29 Januari dan menandai pergantian tahun ke dalam Shio Ular Kayu. Shio tersebut melambangkan kebijaksanaan, ketekunan dan transformasi. Kota Singkawang yang masyarakatnya dominan etnis Thionghoa merayakan imlek dengan penuh suka cita dan kemeriahan.
Kamis, 6 Februari 2025 SMP Negeri 19 Singkawang ikut menambah semarak dan kemeriahan tahun baru imlek, dengan mengadakan Festival Imlek Bersama sekaligus Gerakan Satu Sekolah Satu Kearifan Lokal (GS3KL) dengan mengangkat tradisi “Makan hidangan Tujuh Macam Sayur”.
Kegiatan dimulai dengan tari penyambutan oleh para pelajar dan dilanjutkan dengan atraksi tim barongsai SMPN 19 Singkawang, serta tari persembahan dengan tema Thidayu yang di tampilkan para pelajar dengan sangat epick dan menarik.
“Untuk tahun ini, kegiatan imlek kami laksanakan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain tetap menciptakan suasana meriah dengan perlombaan siswa, hias kelas, juga melestarikan perayaan tradisi budaya Thionghoa, yaitu “Tuan Nian Fan” (Makan Keluarga Besar). Perayaan ini idealnya dilaksanakan pada hari ke Tujuh imlek, perayaan untuk memperingati Hari Manusia atau ‘Ren ri’ bagi etnis Tionghoa. Dimana pada hari tersebut, dipercaya bahwa manusia dan sejumlah makhluk hidup lainnya diciptakan Dewa Nu Wo.” Ucap Eva Purwanti, M.Pd. selaku Kepala SMPN 19 Singkawang. Lebih lanjut beliau menjelaskan “Konon, dewa tersebut menciptakan makhluk hidup dengan urutan berbeda setiap harinya. Hari pertama ayam, kedua anjing, ketiga babi hutan, hari keempat domba, kelima sapi, keenam kuda, dan hari ketujuh adalah manusia. Jadi, untuk merayakan terlahirnya manusia ke dunia, masyarakat etnis Tionghoa biasanya akan merayakannya dengan memakan hidangan tujuh macam sayur. Tak sembarang sayur yang dimakan, ada makna di balik menyantap tujuh macam sayur di hari raya Imlek ini untuk mendapatkan kekayaan dan kemakmuran”.
Menurut Bong Adi Effendi, S.Pd. selaku ketua pelaksana imlek di SMPN 19 Singkawang, “Ada Beberapa jenis sayur beserta maknanya yang biasanya disajikan saat hari ketujuh setelah Tahun Baru Imlek, yang memiliki makna antara lain sebagai berikut: 1) Leek atau daun bawang memiliki makna perhitungan kekayaan yang cukup untuk dihitung. 2) Seledri yang melambangkan pekerja keras serta ketekunan. 3) Daun ketumbar yang artinya adalah takdir yang baik. 4) Kubis napa mencerminkan seseorang dengan karakter yang bersih. 5) Bawang prei memiliki makna intelijensi atau kepandaian. 6) Kucai yang bermakna abadi. 7) Sawi hijau yang berarti progres atau berkembang.” Demikian penjelasan beliau.
Kemeriahan Festival Imlek dan GS3KL SMPN 19 Singkawang yang dibuka langsung oleh anggota DPRD Kota Singkawang, Ibu Messy Tandora, SH, MH., juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang beserta Kepala Bidang, pengawas dan staf, Ketua Dewan Pendidikan Kota Singkawang, Ketua PGRI Kota Singkawang, Babinsa Singkawang Barat, Kepala Puskesmas Singkawang Barat, para mantan kepala sekolah SMPN 19 Singkawang, utusan dari K3S SD dan MKKS SMP se-Kota Singkawang, para sponsor dan donator, serta perwakilan orang tua siswa/paguyuban.
Dalam sambutannya Messy Tandora berkata: “Kami sangat mendukung dan mengapresisi kegiatan yang diadakan disekolah. Dengan kegiatan ini, sekolah tidak hanya mengajarkan tentang ilmu pengetahuan saja kepada pelajar, tetapi juga mengajarkan tradisi dan budaya yang harus dilestarikan diera globalisasi dan ditengah-tengah kemajuan teknologi.”
H. Asmadi, S.Pd., M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang juga sangat mendukung kegiatan di SMPN 19 Singkawang. “Sudah seharusnya setiap sekolah menunjukan salah satu kearifan lokal sebagai tonggak dalam pelestarian budaya. Untuk kesekian kalinya, SMPN 19 sudah menunjukkan dengan segala macam kegiatan budaya dan peringatan hari besar agama dapat terlaksana secara meriah tanpa saling merendahkan budaya dan agama lain. Dan inilah aksi nyata dunia pendidikan dalam mendukung singkawang sebagai kota tertoleran serta mempersiapkan generasi emas untuk tahun 2045.”
Sambil menikmati hidangan, tamu beserta seluruh pelajar di SMPN 19 Singkawang dimeriahkan dengan alunan lagu dari Deviana dan Cicilia yang merupakan penyanyi sekaligus alumni dari SMPN 19 Singkwang, juga tidak ketinggalan kemeriahan dari para Infuencer top Kota Singkawang yang hadir pada kegiatan ini, Eggy Pratama Basyhir, Nurul Hanifa Sharama dan Tri Fakhri Ardi.
Semoga Imlek tahun ini dapat menjadi wadah dalam menambah pengetahuan dan melestarikan budaya, serta menjaga toleransi di kota Singkawang. (TWA)