
Singkawang — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang mulai melaksanakan kegiatan monitoring terhadap pekerjaan program prioritas revitalisasi tahun 2025 di seluruh sekolah yang menerima bantuan revitalisasi. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan, rehabilitasi fasilitas, serta pengadaan sarana dan prasarana pendidikan berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Disdikbud Kota Singkawang menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan langkah penting dalam menjamin kualitas hasil pekerjaan di lapangan. “Program revitalisasi tahun 2025 adalah salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, kami ingin memastikan setiap sekolah menjalankan kegiatan sesuai spesifikasi teknis dan tepat waktu,” ujarnya.
Tim monitoring Disdikbud telah diturunkan ke berbagai sekolah penerima program, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Aspek yang diperiksa meliputi progres pembangunan fisik, kesesuaian material, administrasi pelaksanaan, hingga pemanfaatan anggaran. Selain itu, sekolah juga diminta memberikan laporan perkembangan serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan.
Beberapa sekolah yang telah dikunjungi menunjukkan progres yang cukup signifikan. Meski demikian, Disdikbud menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi dan memberikan pendampingan agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap program revitalisasi 2025 dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar serta mendukung tercapainya pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas di Kota Singkawang.