


SINGKAWANG – Di balik meja-meja penuh nota belanja, angka-angka anggaran, dan rumitnya aplikasi laporan keuangan BOSP, ada wajah-wajah lelah yang sesekali butuh jeda. Kamis sore (21/5/2026), giliran 172 Bendahara dan Operator Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) SD dan SMP se-Kota Singkawang yang mengambil jeda itu.
Mereka menukar ruang kerja yang kaku dengan hamparan pasir putih di Palm Beach Singkawang. Melalui kegiatan outbound yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, para “penjaga gawang” keuangan sekolah ini diajak melepas penat bersama.
Sesuai dengan napas pekerjaan mereka, kegiatan ini mengusung tema: “Tangguh di Lapangan, Akurat di Laporan, Transparan Digunakan, Untuk Pendidikan Bermutu di Kota Singkawang.”
Edukasi BNN: Menjaga Sekolah, Melindungi Siswa
Namun, agenda hari itu tidak melulu soal bersenang-senang. Di bawah keteduhan pohon-pohon pantai, suasana sempat hening sejenak saat Tim BNN Kota Singkawang naik ke atas panggung.
Sebagai tenaga kependidikan yang berinteraksi langsung dengan ekosistem sekolah, para bendahara dan operator ini dibekali edukasi penting tentang bahaya narkoba. BNN mengingatkan bahwa narkoba adalah musuh nyata bangsa, dan sekolah harus menjadi benteng pertahanan pertama bagi para siswa. Pembekalan ini menjadi “oleh-oleh” berharga bagi peserta untuk dibawa pulang ke sekolah masing-masing.
Pesan Kadisdikbud: “Bahagia Dulu, Baru Kerja Bagus”
Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi, S.Pd., M.Si., ini juga diwarnai dengan pesan yang menyentuh hati para peserta. H. Asmadi paham betul betapa tingginya tekanan kerja yang dihadapi oleh para pengelola keuangan sekolah.
“Menciptakan atmosfer dan suasana kerja yang baik itu berawal dari diri kita sendiri, dari suasana hati kita. Jadi, dengan berpikir positif dan bahagia, akan menciptakan atmosfer kerja yang baik. Ini akan berdampak pada kualitas dan mutu pekerjaan,” ungkap H. Asmadi hangat.
Melebur dalam Kebersamaan
Sekretaris Saka Widya Budaya Bakti Kota Singkawang, Tri Wahyudi Arhap, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan yang didukung oleh Disdikbud, penerbit buku, dan beberapa mitra perusahaan ini memang bertujuan untuk memompa kembali semangat kerja peserta.
Tujuan itu pun tercapai saat sesi outbound dimulai. Dipandu oleh tim Saka Widya Budaya Bakti, ratusan peserta dilebur menjadi beberapa kelompok tanpa melihat asal sekolah mereka. Menariknya, H. Asmadi, jajaran kepala sekolah, dan Tim BOSP Kota juga ikut turun ke lapangan, berbaur dan basah-basahan bersama peserta.
Permainan-permainan kerja sama tim berhasil memecah kekakuan. Gelak tawa bergemuruh mengalahkan suara deburan ombak. Saat peluit panjang tanda berakhirnya permainan ditiup, tidak ada lagi sekat—yang tersisa hanya keceriaan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah setiap peserta.
Kegiatan sore itu turut disaksikan oleh Ketua Dharma Wanita Disdikbud Ita Suryani, Kabid Pembinaan Dikdas Wisnu Purboyo, S.T., Dewan Pendidikan Helmi Fauzi, S.H., serta perwakilan dari Inspektorat Daerah dan Bank Kalbar.
Matahari mungkin terbenam sore itu di Palm Beach, namun 172 bendahara dan operator pulang membawa semangat baru yang telah bangkit: siap kembali ke sekolah dengan laporan yang akurat, komitmen antinarkoba yang kuat, dan hati yang jauh lebih bahagia.